Friday, March 30, 2012

Kisah Kasih

Genre: Roman
Main cast:
Gilang - jokes, best friend, spoiled boy, naughty boy, best friends  Morgan, singer
Morgan - cool, best friend of Gilang, romantic, shy
Arya - cool, like a boss, grumpy; but patient, guitarist
Anya - smart, beauty, love the music, pianist
Ellise - love Morgan, smart, beauty
Ocha - confusion girl, complicates the problem
Dina - cool, love peace, defense
*Story*

Aku berlari ke kelasnya. Ellise dan Ocha sudah menunggu mereka. "Hfftt... Untung! Aku belum terlambat!!" kata Fanny "Ih, lebay.." ujar Ocha yang melihat Anya "Apa sih kamu, Cha. Lebay-an kamu kali .." kata Ellise membela Anya "Biarin dong. Suka-suka aku dong, mau lebay atau enggak. Emang masalah buat kamu?!" tanya Ocha "Berarti, suka-suka Anya kan, mau lebay atau enggak? Kenapa tadi lo urusin Anya?!" tanya Ellise balik yang membuat emosi Ocha meningkat "Sudahlah, mengapa kalian bertengkar terus?" Dina mulai angkat bicara dengan nada meninggi. Sedangkan Anya melihat geli dengan tingkah laku sahabat-sahabatnya itu.
***

Anya, Dina, Ellise berlari cepat ke kantin. Mereka cepat-cepat agar Ocha tak mengikuti mereka. "ANYA, DINA, ELLISE!! TUNGGU!!" teriak Ocha. Dengan terpaksa, mereka bertiga menunggu Ocha. "Kasihan tau, Ocha enggak punya teman.." kata Dina seolah mengerti isi hati Ellise.
***

Saat pulang, Gilang menghampiri Anya, sahabat perempuannya. "Hai, Anya!" sapa Gilang "Hai juga.." kata Anya malu-malu "Pulang bersamaku yuk!" ajak Gilang "Umm.. maaf, aku harus melihat isi blog -ku! Mungkin... ada balasan dari Mr. Lollipop," tolak Fanny halus 'Mr. Lollipop?!' batin Gilang "Oh.. Ya sudah, lain kali," kata Gilang cepat sambil menyembunyikan raut wajah kecewa.
***
Anya POV
Aku pun sudah sampai rumah, ia cepat-cepat berganti baju dan menyalakan laptop.
Aku langsung membuka blog -nya, dan.. yak!
Mr. Lollipop
Hai.. bisakah bertemu sore ini di belakang sekolah? Aku tunggu! X:)
Mrs. Cupcakes
Bisa..
"Umm.. Ku rasa, dia tau identitasku!" gumam Anya. 'Ah, lebih baik aku tidur!' batinku.
***

Sore harinya, Gilang dan aku bersiap untuk bertemu di belakang sekolah.
***
ANYA POV

I start to write a love letter, when I first met you there
But I still keep it on my secret place
I'm not the only one who adores you anyway
But someday you will know that I am here


I'm just waiting for a moment to tell you
I'm waiting, and I'll make you all mine
I'm just waiting, waiting, waiting..


I don't care what people say say about who you are and what you do
And all I see that perfect lies in you
I believe that the time will we come  and we will be together
Oh I am so in love with you, and I'm failing, I'm failing for you..


Samar-samar aku mendengar nyanyian seorang laki-laki dengan petikan gitarnya. Aku mencari asal suara itu. Sesosok jaket biru tepat di hadapanku. "Hai!" ku coba menyapa. Ia langsung menghentikan nyanyiannya dan langsung menghilang saat ku tak menatapnya. "Ah!" kataku kesal. Aku langsung duduk di sebuah bangku reyot itu. Aku mengambil i-pad dan mencari-cari pesan dari si Mr. Lollipop
Mr. Lollipop
Aku memakai baju hitam. 
"Uh.. ternyata, orang itu bukan yang aku kenal!" desahku. 'Kreekkk!' suara kayu patah itu mengagetkanku! Bayangan hitam itu langsung berlari, hilang. "Hei.. tunggu!!" kataku sambil berlari.
***
Other Pov


"Ah, sia-sia aku!" kata Anya menyerah. "Hai Anya!" sapa Gilang. Persis, ia persis ciri-ciri Mr. Lollipop "K.. Kau Mr. Lollipop?" tanya Anya "Ha-ha.. Jangan aneh, Anya! Aku Gilang, tetap Gilang! Tak mungkin aku berubah jadi Mr. Lollipop, seperti yang kau kenal.." ejek Gilang 'Andai kau tau..' batin Gilang. Gilang pun turut duduk di sebelah Anya. "Ku lihat kau berlari.. Mau apa?" tanya Gilang "mengejar si misterius Mr. Lollipop lagi? Ha-ha-ha-ha!" sambung Gilang disambut tawanya. Anya tak merespon tanggapan itu. Padangannya kosong! "Anya?!" kata Gilang menggucang-guncang tubuh Anya. Anya sadar, ia langsung mengambil aqua botol "Arg!" "Nih, mumpung aku bawa.." kata Gilang menyodorkan botol aqua. Tanpa ba-bi-bu, Anya langsung mengambil botol itu. "Tadi.. aku melihat sesosok orang bernyanyi. Aku panggil, dia hilang....." jelas Anya "Sudahlah Anya, tenangkan dirimu!" Gilang menenangkan diri Anya. 
Kedua makhluk itu pun berjalan pulang ke rumah masing-masing
Gilang POV
Aku memasuki rumahku, dan tersenyum kepada Anya. "Anya... andai lo tau..." batinku sambil memasuki rumah. Aku langsung membuka laptop. Ada pesan dari Mrs. Cupcakes
Mrs. Cupcakes
Haii.... Mengapa kau tak datang sore ini? Dusta..
Mr. Lollipop
Maafkan aku.. Aku..... harus pergi....
Mrs. Cupcakes
Tak apalah. Ku harap kita bisa bertemu.. 
"Aku belum siap.. Aku takut..." desahku. Aku pun langsung menutup laptop dan tertidur nyenyak.
***
Other POV
Saat di kelas, Gilang mendapati Anya yang sedang mengomel. "Um.. ada apa nih?" tanya Gilang "Kamu tau kali!" kata Anya tanpa memandanginya. Anya pun tetap melanjutkan ceritanya. Gilang pun berjalan lesu ke sebuah bangku. 
GILANG POV
"Lagi ngapain bro?" tanya Arya yang baru datang dari rumahnya "Umm.." kataku mendiamkan Arya sambil tetap bermain dengan ponselku "Damn," ujar Arya dan meninggalkanku. Aku menatapnya sambil terkekeh geli.
"Hei!" sapa sahabat baikku, siapa lagi kalau bukan Morgan. "Lagi apa kamu?" tanyanya "Ini orang yang ke 54434348 yang bertanya aku sedang apa. Bukannya kau melihat sendiri?!" tanyaku ketus "Iya. Aku bercanda Gilang!" sahut Morgan tersenyum. Suasana kembali hening, aku tetap bermain dengan BlackBerry ku, sedangkan Morgan membaca buku. "Umm.. Gilang..." panggil Morgan mencairkan suasana. Tetapi, hatiku langsung gusar. Panggilan Morgan membuatku tak nyaman. Serasa...... 
"Morgan..?" kataku bernada tanya. Wajah Morgan mendekat ke telingaku. Mencekeram. "Kau...... suka Anya?" tanyanya tepat di telingaku. DEG!! Jantungku serasa melonjak. "Ah.. tidak!" kataku bohong "Tak mungkin ada tiga bukti...." ujar Morgan tak percaya "Mukamu sangat pucat ketika aku bertanya itu, alis ulatmu terlihat..." jelas Morgan "A--alis ulat?" tanyaku "Iya.. Alis ulatmu terlihat ketika kau berbohong," jawab Morgan 'DEG!' "Dan...... aku membaca buku harianmu.." kata Morgan sambil menutup buku yang sedang ia baca. "MORGAN!" teriakku "Tenang, aku tak akan menyebarkannya. Aku sahabatmu! I'm your friends!" kata Morgan menepuk bahuku dan mengembalikan buku harianku. Ia kembali ke tempat duduknya.
Other Pov
"Anak-anak, hari ini pelajaran biologi. Ibu akan membagi kelompok. Setiap kelompok 3 orang. Bla-bla-bla" kata Bu Sri, guru biologi. "Gilang, kau bersama Anya dan Morgan." kata Bu Sri. Morgan hanya senyum-senyum sambil menyenggol tangan Gilang. Gilang pun melirik Anya yang juga senyum-senyum malu. "Tunggu apa lagi? Cepat, kalian kerjakan!" suruh Bu Sri. 
***
Mereka bertiga pun langsung pergi ke halaman sekolah. Mereka meneliti tanaman dan hewan yang ada di halaman sekolah. "Gil, enggak usah malu kali," ejek Morgan "Ada apa sih?" tanya Anya yang memperhatikan Gilang dan Morgan "Hah? Ngga!!!" jawab Gilang cepat. "Ya udah," kata Anya disambut tawa kecilnya.
"Umm.. Gil, Gan, kesana yuk! Mumpung sepi," ajak Anya. Mereka pun langsung ke tanaman anturium. Tanpa sengaja, tangan Gilang dan Anya bersentuhan. Mereka berdua pun senyum-senyum malu.
Gilang POV
DEG! DEG! 'Ini benar Anya kan? Uh!' batinku. Ingin ku hentikan waktu..... Indah bersamanya...
Anya POV
Ya ampun, ini anak iseng benar! Ya Tuhan... Kenapa aku ingin menghentikan waktu bersamanya?! batinku.
Other POV
"Hrrmm.." kata Morgan. Anya dan Gilang langsung melepaskan sentuhan tangan mereka.
***




Gilang mengaduk-aduk isi tas, isi laci. Hasilnya nihil! "Ya Tuhan... Tadi aku taruh dimana?!!" gumam Gilang. "Hei, cowok manis! Lagi apa?" tanya Arya "Minggir kau!" usir Gilang "GILANG! Kau cari ini ha?" tanya Morgan sambil melambaikan buku harian Gilang "YA TUHAN!! MORGAN, KEMBALIKAN!!!!" teriak Gilang dan langsung mengejar Morgan. "Ha-ha-ha! This!" kata Morgan sambil menyerahkan buku harianku.
***










Anya POV
Angin mengalir dalam tubuhku...
Ku rasa ombak menggelonjak dalam diriku..
Dia....
Dia memang romantis..
Bagaikan langit dan laut yang bersatu...
Hidup dalam lembaran baru..
Hidup bersama sepasang kekasih...
Ku tau ini!
Aku merasa...


Aku berjalan di tepian pantai, ternyata dia romantis! Bahkan, ia pun meminta maaf kepadaku dengan mengantarku ke pantai! Memang, ini memang gila, bahkan sangat! "Anya.. maafkan aku! Aku tak bermaksud mempermalukan kamu!" pinta orang yang mengajakku ke pantai, ya Gilang. Aku hanya tertawa kecil dan menyuruh Gilang berdiri. Aku memegang pipinya. Ia pun memelukku dan mencium keningku. 
Other POV
Mereka, ya mereka berdua. Gilang dan Anya tenggelam dalam cinta...



No comments:

Post a Comment