Friday, January 6, 2012

Persahabatan Sejati Itu.....

"La!!! Tunggu aku!!" teriak Cody "Apa lagi, Co?!" tanya Lyla sedikit marah "Kau masih marah padaku?" tanya Cody "Sudahlah, Co. Kita tidak bersahabat lagi! Kau kan, bersama Clara.." ujar Lyla sambil tetap berjalan menuju rumahnya. 



Lyla POV
Aku sebal dengan Cody dan Clara! Cody, dia sahabatku. Tetapi sekarang?! Ia melupakan aku dan tak peduli denganku. Bahkan, dia sekarang berpaling dan bersahabat dengan Clara. 
"Lyla!!!!" teriak mom "Yes mom?!" tanyaku sambil turun dari tangga. "Tolong, kau jaga Joe. Mom akan pergi bank," ujar mom "Yea. Okay mom.." jawabku terpaksa.


Cody POV
Mengapa Lyla marah padaku? Hmm..  Yah... Bila dia didekati oleh Justin dan kemudian berpacaran bagaimana? Bodoh!!




Normal


Lyla segera berangkat ke sekolah di keesokan harinya. "Lyla....!!" teriak Cody "Ada apa lagi? Kau tidak bosan memanggil namaku?" tanya Lyla "Tidak! Aku akan memanggilmu sebelum kau memaafkan aku," ujar Cody dengan lantangnya "Okay. Aku memaafkanmu," jawab Lyla sambil mengajak Cody bersalaman. Mereka berdua pun berjalan penuh kesepian ke sekolah mereka.


Lyla dan Cody sampai di koridor "Codyyy!!!!!!!!!!!" teriak Clara "....... Clara?" tanya Cody "Sama aku yuk!" ajak Clara "Tapi.., aku sudah........" belum selesai Cody berbicara, Clara segera menyahut "Ah.. tak usah tapi - tapian. Yuk!" Clara sambil menggandeng Cody. 'Sudah kuduga !!' batin Lyla sambil berlari ke kelas. Cody melihat Lyla dan ingin mengejarnya. Tapi, ada suatu yang menjanggal Cody. Yaitu Clara.
---------


Cody POV
Mengapa aku menuruti Clara?! Aku memang bukan lelaki yang sejati! Aku lemah!! Aku mendekat Lyla


Normal 
"La.." panggilku "Apa?" sahut Lyla ketus "Kau marah lagi padaku?" tanya Cody "Tidak." jawab Lyla singkat "Tapi.., mengapa kau begitu? Menjawab pertanyaanku singkat sekali," ujar Cody "Kau bawel ya!" ujar Lyla "Memang.." jawab Cody sambil duduk disebelah Lyla.
-- Break Fast --
"Lyla, kau mau ke kantin bersamaku?" ajak Riko, salah satu temanku. "Tentu!" jawab Lyla dengan senang hati "No! No! Bukannya kau mau ke kantin bersamaku?" ujar Cody setengah melarang "Dari mana ? Kapan kita berjanji?" tanya Lyla balik "Ya sudah, tak usah diurusi orang seperti dia.." ujar Lyla kepada Riko yang dimaksud untuk menyindir Cody.


"Lyla, kau sedang musuhan bersama Cody?" tanya Riko 'Dari mana dia tau?' batin Lyla "Lyla!" ujar Riko "Ha?! Iya? Ada apa?!" saut Lyla kaget "Hahaha.." Riko tertawa kecil "Kau sedang bermusuhan dengan Cody?" tanya Riko "Tidak! Tidak!" jawab Lyla cepat. Ia takut rahasianya dibongkar. Di saat Riko sedang makan, Lyla memandang Riko terus. Dia memandang sampai tersenyum. 'Riko.. dia anak baik. Aku ingin jadi pacarnya.. tapi, aku masih SMP' batin Lyla sampai tidak sadar Riko sudah melihat Lyla "Lyla?" tanya Riko bingung "Ya, Riko!" jawab Lyla "Kau mengapa? Ada masalah apa?" tanya Riko sambil tersenyum "Tidak.." jawab Lyla.
----------


Lyla POV
Aku berjalan ke rumahku sendirian. Biasa, Cody selalu bersama Clara. "Joe! Buka pintunya!" ujarku "OKAYYY!!" teriak Joe dari dalam rumah "Hey, boy!" sapaku sambil menggendong Joe "Turunkan aku!" perintah Joe "Okay.. what happen?" tanyaku sambil menurunkan Joe "Sudah.. ikuti aku saja," ujar Joe sambil tersenyum dengan banyak arti rahasia. 
"La, kau dapat bingkisan ini dari seseorang yang misterius.." ujar Joe sambil memberiku sebuah bingkisan yang bisa dibilang sangat besar dengan dibalut kertas minyak warna merah. Aku segera berlari ke kamarku sambil membawa bingkisan itu.
Di kamar, aku segera membuka bingkisan itu. Betapa terkejutnya aku. Di bingkisan itu, terdapat tulisan puisi tentang sahabat yang ditulisnya rapi di tiket menonton bioskop; tiket kereta api, beberapa perangko dari penjuru dunia yang disatukan di sebuah diary. Aku memang maniak dengan perangko. Kemudian, ada foto - foto ku yang dibuat dengan unik di scrap book, tak lupa, ada sebuah buku yang lumayan kusam dan kotor. Aku segera mengambilnya dan membersihkannya. Aku kemudian membaca. Semua yang ada di buku ini tentang persahabatan; pencintaan; dan yang membuatku panik adalah di akhir buku itu, semua cerita tentangku dirangkum disitu. "Siapa ya, yang membuat ini semua? Aku kagum, tapi......" ujarku "Mungkin, salah satu orang yang terdekat denganku," kataku lagi "Jangan - jangan................." aku segera berlari ke luar rumah tanpa mempedulikan siapa - siapa. Aku berlari ke tempat yang menurutku dan Cody romantis.
Normal
Lyla langsung mencari Cody. Dan, akhirnya Lyla menemui Cody yang sedang termenung. "Hai.." sapa Lyla "Hei.." jawab Cody dengan muka lusuh. "Ada apa?" tanya Lyla dan duduk di sebelah Cody "Mungkin kau akan marah.." ujar Cody "Marah? Marah apa?" tanya Lyla semakin bingung "Aku yang membuat semuanya di bingkisan besar itu. Aku menceritakan sebuah cerita singkat tentangmu di buku tua itu. Buku tua itu peninggalan kakekku yang sudah meninggal. Buku itu diwariskan kepadaku. Kata kakek: Buku ini jangan kau buang. Buku ini yang membuat persahabatan kakek dan nenekmu kembali dan sampai sekarang; Buku ini sangat istimewa; Karena, buku ini membuat nenek yang marah kepada kakek menjadi bersahabat kembali. Maka, aku gunakan buku ini saat kau marah padaku.." jelas Cody "Co.. buku ini hanya sekedar saja.. aku masih mau berteman denganmu. Asal...." ujar Lyla dan kemudian memutuskan kalimatnya "Asal apa?" tanya Cody "Asal.. kau jangan bersama Clara!" jawab Lyla agak tegas "Okay..." jawab Cody
------






Lyla POV
Hari ini, pelajaran bahasa Inggris di kelasku. Sekarang, aku akan membacakan sebuah puisi. 
Inilah puisi ku :

Meaning of True Friend

I walk to enjoy the air this afternoon
I thought back
Images of a person back in my mind
ActuallyI do not love him ..
But ...
I'm just a friend to him
no more

Me and him being hostilejust because a trivial problem
I'm stupid!
Why am I so quick and he's decided my friendship?

After I re-make friends with he is ..
I found the meaning of a true friendship
YesI found it

Meaning it's a true friend ..
A friend should be willing to help another friend,
A friend should not be lied to his friendbecause it's very painful for himAlthough we do not know
A friend should not be angry if friends do not want to be friends with us
A friend should not be angry just a trivial problem with a friend
And .. a friend should entertain his friend at a time when he is sad and disappointed

NowI find a real meaning of true friendship ..

Selesai membaca puisi, aku mendapat tepukan yang sangat meriah. Aku tersenyum lebar dan kembali ke tempat dudukku.

Normal 

Saat istirahat, Cody segera menemui Lyla. "Hei! Aku senang sekali mendengar puisimu yang indah itu," puji Cody "Haha.. thanks.." Lyla tersipu malu. Mereka berdua kemudian berjalan ke kantin. 'Aku tau, Lyla membuat puisi itu untuk mempertahankan persahabatan kita...' batin Cody.






No comments:

Post a Comment