"Xoxoxo.. ga boleh ~" jawab Morgan cengar cengir "Yah.. Morgan mah kaya gitu. Si Fanny penting banget nih!!" rayu Elisse agak kesal "Yauda. Pokoknya itu orangnya persiiisss sama Fanny. Sifatnya juga. Sekolahnya sih juga disini, tapi ga tau kelas berapa. Tapi maaf banget gua ga tau namanya. Pokoknya sifatnya persis elo Fan. Oh ya, dia jg bimbang anak yg dimaksud itu mau nerima engga. Soalnya, kata Dicky, dia sering ngambek." jelas Morgan mendeskrepsikan cewe yang disukai Dicky "Oh.. makasih ya." kata gue agak kecewa "Seandainya orang itu ga persis gue. Tapi orang itu gue, gue trima aja. Sayang, katanya persis gue... :(" kata gue dalem hati sambil duduk di bangku kantin "Gue yakin deh, pasti orang itu elo!! Selain elo, gaada. Disini, yang namanya cuma Fanny itu elo!" Elisse meyakinkan gue "Hmph.." gue mendengus. Tya dateng sama Eby, "Eh, kalian kok tinggalin kita sih?!" tanya Eby dengan suara tinggi "Ehm.. anu Eb, kan si Fanny itu pengen tau, Dicky itu suka siapa. Jadi maaf ye, kita tinggalin kalian. Hehe.." kata Elisse minta maaf. "He.. Mbakbro!!" sapa Bisma dan Reza "Eh.., kalian." kata gue kaget "Mana si Dicky?" lanjut gue "Tunggu. Ntar dia kesini kok." jawab Bisma menenangkan gue. Selang lima menit, Dicky dateng "Kenapa lo lama banget?" tanya gue heran "Ehm.., itu tadi dicegat sama anak-anak kelas gue. Gatau kenapa.., tiba-tiba aja minta tanda tangan. Aneh kan.." jelas Dicky. "Eh.., gimana ntar sore kita ke taman kota? Yang waktu ngerayain ulang tahun Fanny itu.." kata Reza duduk disebelah Bisma "Hayok!!" jawab kami semua serempak "Eh.., tapi jam berapa?" tanya gue "Umm.., jam 4 sore aja deh. Setuju kan?" jawab Reza "Moga-moga gue bisa yah. Itu mah tergantung ama kaka gue.." terang gue "Ok." jawab Dicky.
Setelah 6 jam disekolah akhirnya gue pulang juga. Hari ini istemewaa banget!! Karena yang biasanya kakak gue ga pernah jemput hari ini jemput gue. Gue tunggu di depan sekolah, lima menit, kakak gue dateng dengan mobil kesayangannya, spontan, gue langsung buka pintu mobil dan duduk di kursi mobil "A kita mau kemana ha?" tanya gue dengan logat sunda "Yah makanlah. Eneng uda makan belum?" tanya Rangga balik "Belumm.." jawab gue dengan nada anak-anak "Yauda yuk, kita makan. Mau makan apa?" tanya kakak gue "Terserahlah.." jawab gue sambil ngeliat layar BB gue. "Hmph.. tumben banget, gaada BBm,".
Sampai restoran kesukaan gue dan kakak gue, tanpa gue sadari, Morgan, Dicky, Bisma, Reza, dan sahabat gue ada disini!! "Lho.. kalian disini juga?" tanya gue "Iya, lo kesini bareng siapa?" tanya Dicky balik "Ini, kakak gue." kata gue memperkenalkan kakak gue "RANGGA?!" tanya mereka tak percaya "Iye., ini Fanny adek gue," jelas Rangga "Yah.. mending lo gausa jemput adek lo kalo tau kaya gini," kata Reza menepuk pundak Rangga "Biarlah," jawab Rangga "Tujuan lo apa kesini Rang?" tanya Morgan "Ya makanlah!! Emang mau belanja?" tanya Rangga balik "Eh, bang, adek lo nanti jam 4an bisa ga ke taman kota?" tanya Dicky meminta izin ke kakak gue "Bisa aja sih..." jawab Rangga "Yes!!!!!!" sorak gue ama Dicky bareng :p "Kalian uda pesen? Mumpung gue mau nih.." tawar Rangga "Gue french fries!" pesan Tya "Hot dog deh." pesan gue "Gue sama si Eby spaggeti aja," kata Elisse "Yang cowo apa?" tanya Rangga "Kita pizza!" jawab Dicky "Pizza besar." lanjutnya "Minumnya sosro semua yaa" kata kakak gue sambil berjalan memesan makanan dan minuman. "Kakak lo baik banget sih, Fan. Mimpi deh gue punya kakak kaya elo" puji Elisse "Beruntung deh kamu, lo masih punya adek yang bisa nemenin elo," kata gue rendah diri "Hffftt.." Elisse mendengus "Sabar dong," kata Morgan sambil menepuk pundak Elisse pelan "Eh, Morgan, hehehe," Elisse salah tingkah. Stelah kita tunggu beberapa menit, akhirnya, dateng juga makanannya, langsung aja gue nyambar makanan gue, maklum laperr :p "Pizzanya belum dateng nih?" tanya Dicky sambil melepas i-podnya "Hahaha.. sukurin lo!" kata gue ngejek Dicky "Huu!" bales Dicky sambil mendorong kepala gue "Ciyyeee.. pacaran jangan disini! Diluar sono!" ejek Tya "Tau ah!" kata gue sambil pura-pura marah "Jangan marah dong.. ntar Dicky gasuka lagi loohh.." goda Elisse "Apaan sih!" jawab gue. Akhirnya pizza Dicky dateng, langsung aja tu anak nyamber pizzanya. 1 jam kita selesai makan, "Bangg.. bayarin dong bang. Lo kan paling tua, trus uangnya juga banyak. Bayarin ya baangg" rayu Reza "Iye iya. Gue bayarin, tapi kalian tuker yaa nanti" canda Rangga "Yaah.. gitu sih. Gajadi deh" kata Bisma "Iya, gue bayarin.!" kata Rangga sambil berjalan ke kasir.
"Gue pulang dulu, jangan lupa jam 4!" pesan gue sambil naik ke mobil. Di mobil, kakak gue tanya macem-macem "Si Bisma punya pacar?" tanyanya "Kayanya belum," jawab gue "Dicky?" tanyanya lagi "Hmph.. gatau.. pengennya gue yg jadi pacarnya, tapi kayanya dia punya pacar deh," jawab gue sambil ngelamun "Gausa sedih dong.. kan masih ada cowok yang lebih baik daripada Dicky," hibur Rangga.
Sampai rumah, gue langsung ke kamar, disitu ada kado yang besaaarrr banget :p dengan hati-hati, gue buka kadonya, ternyata, STITCH!!! Boneka kesukaan gue!!! Gue lemparin boneka Stitch ke kasur, dan dibawahnya Stitch ada kalung tulisan "Fanny", lalu ada gelang yang bertulisan "F♥D and D♥F", ada sepatu lukis yang kiri gambar Lilo, dan yang kanan gambar Stitch. Akhirnya, setelah gue ubek-ubek kardusnya, ketahuan juga nama pengirimnya, Dicky!!
"Fan..., hadiah dari gue tolong lo pakai waktu sore nanti yah. Dicky". Hmm.. Dicky tahu dari mana ya kalau gue suka Stitch, ukuran sepatu gue 42. Ahh.. mending gue BBm ya.
Gue: "Dick, thank ya hadiahnya, tapi, kok elo tau kalo ukuran sepatu gue 42, terus gue suka Stitch?"
Dicky: "Umm.., gue tau dari Elisse. Hehehe.."
Akhirnya setengah empat!! Gue buru-buru mandi, pakai baju warna putih, celana kain coklat, kalung dari Dicky, sepatu, gelang. "KAAKKK.. GUE BERANGKAT DULU YAAAAA!!" teriak gue dari bawah.
Sampai juga deh di taman kota, ternyata yang lain udah ada di sana "Faaannnnyyy!! Cantik banget lo!!! AAAAA.." teriak Elisse sambil memeluk gue "Eh, ini gelangnya kok ada tulisan 'F♥D, D♥F?" tanya Tya sambil memegang tangan gue "Ehehe.. ini dari Dicky, dia bilang suruh pake, ya udah gue pake aja." terang gue. Akhirnya Dicky dateng, "Sorry ya, gue agak telat." kata Dicky meminta maaf kepada kami "Gapapa kok." jawab Morgan "Eh.. elo cantik banget Fan.," kata Dicky memuji gue "Thank" jawab gue singkat.
"Fan.. gue mau ngomong ama elo. Lo bakal marah ga?" tanya Dicky "Engga deh." jawab gue "Gue itu suka ama elo, gue sayang sama elo. Lo nerima gue ga?" tanya Dicky hati-hati "Maaf yah Dick.." canda gue "Yaudah, gapapa lo ga nerima gue" kata Dicky dengan kecewa "Gue terima elo!!" teriak gue dengan kaget, Dicky langsung memeluk gue!! "Ciye.. sosweet deh!" canda temen temen, gue sama Dicky langsung salah tingkah.
Thanks yahh.. udah liat ceritaku! Ini bukan asli kok ;)
No comments:
Post a Comment